
PENGERTIAN PERMASALAHAN EKONOMI
1. Pandangan Tentang Ekonomi Mikro dan Makro
Secara garis besar permasalah kebijakan ekonomi makro mencakup dua hal yaitu :
a. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
b. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.
Dalam
menganalisis ekonomi mikro pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil
dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Mikro ekonomi lebih menitik
beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk :
a. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan
b. Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut.
Dalam
teori ekonomi mikro pada hakikatnya menerangkan bagaimana sesuatu
masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi yang terbatas, mempunyai
keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang maksimum, yaitu dengan
membuat berbagai pilihan dalam memproduksi dan mengkonsumsi sehingga
kepuasan dan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
Dalam membahas teori ekonomi mikro dapat dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang :
a. Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang akan diproduksi ?
b. Bagaimanakah caranya memproduksi berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan tersebut ?
c. Untuk siapakah berbagai barang dan jasa itu diproduksi ?
Sedang
dalam ekonomi makro lebih global atau menyeluruh meliputi
perubahan-perubahan keseluruhan dalam kegiatan ekonomi. Makro ekonomi
menerangkan tentang :
a. Pentingnya segi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian
b. Pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan kegiatan perekonomian pada tingkat yang terkendali.
Dalam
membahas ekonomi makro menerangkan beberapa masalah penting yang
berlaku di dalam perekonomian, seperti pertanyaan berikut :
a. Mengapa setiap negara menghadapi masalah pengangguran ?
b. Mengapa masalah kenaikan harga-harga berlaku, yang sering kali juga diikuti oleh masalah pengangguran ?
c. Mengapa kegiatan perekonomian tidak mengalami pertumbuhan secara cepat ?
d. Mengapa kegiatan perekonomi tidak mengalami perkembangan yang stabil ?
Pada
mazab klasik, Adam Smith dan Keynes tidak banyak membuat analisis
tentang masalah penggaguran, inflasi, ketidakstabilan ekonomi dan
perubahan ekonomi. Hal ini dikarenakan bahwa mereka memiliki keyakinan
tentang sistem pasar bebas akan mewujudkan tingkat kegiatan ekonomi yang
efisien dalam jangka panjang. Penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu
tercapai dan perekonomi akan mengalami kesetabilan. John Maynard Keynes
berpendapat bahwa pengeluaran agregate yaitu pembelanjaan masyarakat ke
atas barang dan jasa, adalah faktor utama yang menentukan tingkat
kegiatan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara. Untuk itu kebijaksanaan
pemerintah diperlukan untuk menciptakan penggunaan tenaga kerja yang
penuh dan kestabilan perekonomian.
Analisis ekonomi makro
menunjukkan tentang bagaimana pengeluaran agregate (permintaan agregate)
dan penawaran agregate akan menentukan keseimbangan dalam perekonomian.
Empat komponen pengeluaran agregate dibedakan :
a. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
b. Investasi perusahaan-perusahaan
c. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.
d. Ekspor
Masalah
ekonomi mikro : selama dasawarsa, selain harga mobil merosot dibanding
dengan harga lain. Dalam ekonomi mikro berusaha mencari sebab dan akibat
perubahan tersebut dalam harga relatif.
Masalah ekonomi makro :
Selama dasawarsa selain perubahan relatif terhadap harga barang, harga
mobilpun ternyata mengikuti kecenderungan umum dari semua harga untuk
terus meningkat. Mengapa tingkat harga relatif stabil atau melonjak
dalam beberapa periode ? Dalam makro ekonomi berusaha memahami sebab dan
akibat perubahan tersebut dalam tingkat harga umum.
2. Garis Besar Perkembangan Ilmu Ekonomi
Penelahan
ekonomi telah dilakukan orang sejak masa Aristoteles (350 BC), saat itu
ekonomi dipelajari pada tingkat yang mendasar secara filosofis, tetapi
baru tahun 1776 dianggap sebagai disiplin ilmu dengan terbitnya buku An
Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of the Nation oleh Adam
Smith. Ahli-ahli ekonomi yang menganut Adam Smith ini kemudian dikenal
dengan kelompok Klasik. Tradisi klasik inilah yang merupakan dasar
perkembangan ilmu ekonomi mikro.
Depresi besar tahun 1930-an
yang melanda dunia melahirkan ekonom baru yaitu J.M. Keynes dengan
bukunya General Theory of Employment, Interest and Money yang kemudian
menjadi dasar perkembangan teori ekonomi makro. Jika kelompok Klasik
mendasarkan pada berkerjanya mekanisme pasar persaingan maka kelompok
Keynesian menganggap perlu campur tangan dalam kegiatan perekonomian.
Tabel 1.
Perbandingan Dasar pemikiran kelompok Klasik dan Keynesian
Klasik
Keynes
Tidak perlu campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
Kegiatan pemerintah hanya dibatasi pada:
• Pertahanan dan keamanan
• Ketertiban (hukum dan peradilan)
•
Penyediaan prasarana umum yang tidak dapat disediakan oleh swasta Perlu
campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian untuk mengatasi
penyakit ekonomi yaitu:
• Pertumbuhan ekonomi
• Pengangguran
• Inflasi
3. Gambaran Umum Ilmu Ekonomi (Kedudukan Ekonomi Mikro dalam Ilmu Ekonomi)
Dari beberapa definisi tersebut, terdapat hal yang menjadi pokok pikiran mendasar atau inti, yaitu tentang :
1. Masalah kebutuhan dan pemuasannya
2. Masalah kemakmuran
3. Masalah Penilaian atau pemilihan (problem of choice)
Yaitu pemilihan cara penggunaan sumber-sumber yang dapat mempunyai penggunaan alternatif.
4. Cara bertindak ekonomis
5. Tata laksana rumah tangga
6. Sumber-sumber produktif.
Yaitu merupakan barang-barang yang scace / langka
7. Penggunaan alternatif
8. Penggunaan uang
9. Mengenai produksi dan pembagian-pembagian kepada masyarakat.
10.
Menganalisa besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang
terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber
Ilmu
ekonomi adalah Ilmu yang mempelajari manusia dalam tindakan / usaha
memanajemen rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya melalui
sumber-sumber produktif dan alat pemuas kebutuan yang terbatas, dengan
memberikan penilaian atau pemilihan kebutuhan yang lebih mendesak
(alternatif) serta bertindak secara ekonomis dalam penggunaan
sumber-sumber untuk mencapai suatu kesejah-teraan dan kemakmuran.
Jadi
Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tingkah
laku manusia dan masyarakat secara individu atau kelompok dalam usahanya
memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran.
Kemakmuran
merupakan suatu keadaan yang dirasa seseorang atau manusia untuk dapat
memenuhi kebutuhannya atas barang-barang atau jasa-jasa dengan sarana
yang dimiliki.
Persoalan Dasar Dalam Perekonomian
Tiga
permasalahan pokok yang berkaitan dengan pembahasan ilmu ekonomi (the
three fundamental and inter dependent economic problem) :
1. What commodities shall be produced and what quantities ?
Barang-barang
apa (what) yang akan dihasilkan dan berapakah banyaknya ? Hal itu
berarti berapa banyak, dan apa diantara kemungkinan-kemungkinan
barang-barang dan jasa-jasa yang ada akan dihasilkan? (masalah-masalah
penyaluran sumber ekonomi = “allocation of resources”).
2. How shall goods be produced ?
Bagaimana
(how) barang-barang dihasilkan ? Hal itu berarti oleh siapa, dengan
sumber-sumber ekonomi apa, dan dengan tingkat teknologi bagaimana
barang-barang itu dihasilkan? (masalah teknik berproduksi = maslaha
pilihan “teknologi”).
3. For whom shall goods be produced ?
Untuk
siapa (for whom) barang-barang itu dihasilkan ? Hal ini berarti siapa
saja yang akan menikmati, dan memperoleh keuntungan dari barang-barang
dan jasa yang telah dihasilkan itu? Denga perkataan lain : bagaimanakah
jumlah produk nasional didistribusikan di antara individu-individu dan
keluarga-keluarga beraneka ragam itu ? (masalah distribusi = masalah
pendapatan = distribution of income).
1. Permasalahanan
a.
Dengan melihat bahwa sarana pemuas kebutuhan terbatas sedangkan
kebutuhan manusia selalu meningkat dari waktu ke waktu, maka untuk
memperoleh sarana pemuas tersebut diperlukan pengorbanan
b.
Apabila pngorbanan lebih besar dari hasil yang diperoleh , maka hal
tersebut tidak akan dilakukan. Sebab pada dasarnya sifat manusia tidak
mau merugi.
2. Definisi prinsip ekonomi
Dengan melihat
sebab timbulnya ilmu ekonomi dan permasalahan yang dihadapi, prinsip
ekonomi merupakan “usaha dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh
hasil yang maksimal”, atau “usaha untuk memperoleh hasil tertentu dengan
pengorbanan yang minimal”.
3. Akibat yang ditimbulkan dengan adanya prinsip ekonomi
a.
Bertindak ekonomis, yaitu merupakan tindakan manusia di dalam memenuhi
kebutuhannya dengan tindakan yang rasional, atau dengan melalui suatu
pemikiran yang lebih dulu dan selalu berpegang pada prinsip ekonomi.
b. Berpikir ekonomis, yaitu bukan saja hanya bagaimana caranya
memakai atau menghabiskan sumber-sumber yang telah tersedia. Akan tetapi
memikirkan bagaimana melakukan perubahan nilai guna yang lebih tinggi,
untuk mengimbangi kebutuhan yang semakin meningkat.
Struktur Pembagian Ilmu Ekonomi
Setiap
ilmu pengetahuan biasanya terdiri berbagai bagian yang masing-masing
memberi sumbangan tertentu untuk menerangkan bagian daripada realitas,
yang diperhatikan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
Pembagian ilmu ekonomi menurut Dr F. hartog adalah sebagai berikut :
Ilmu pengetahuan ekonomi
Ilmu ekonomi murni Ilmu ekonomi terpakai
Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi yang Ilmu ekonomi yang
Metodologis Menerangkan Melukiskan
Ekonomi teoritika Ekonomi praktika
Ekonomi mikro Ekonomi makro
4. Konsep-konsep dasar yang digunakan dalam Ilmu Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro dalam Kerangka Makro
Kehidupan
ekonomi dapat dilihat dari dua sudut; pertama sebagai sistem
keseluruhan, dan kedua, sebagai bagian-bagian kecil dalam keseluruhan
tersebut, seperti perusahaan atau perseorangan. Sehubungan dengan itu,
maka ilmu ekonomi dapat dibagi dalam dua cabang, ialah ilmu ekonomi
makro, yang sering disebut teori pendapatan nasional (national income
theory); dan ilmu ekonomi mikro yang sering juga disebut teori harga
(price theory).
Ilmu ekonomi mikro menyelidiki kegiatan ekonomi
masing-masing unit ekonomi seperti misalnya : a. perilaku orang sebagai
konsumen, sebagai pemilik sumber-sumber, sebagai pengusaha; b. arus
barang dan jasa dari perusahaan ke konsumen, dan komposisi arus
tersebut; c. evaluasi dan penentuan harga dari bagian-bagian tersebut;
d. arus sumber-sumber produktif atau jasa produktif dari
pemilik-pemiliknya ke perusahaan-perusahaan; e. evaluasi alokasi
sumber-sumber tersebut kepada alternatif-alternatif penggunanya.
Ekonomi
mikro atau teori harga ini didasarkan pada asumsi adanya kehidupan
ekonomi yang stabil, dan karenanya juga adanya penggunaan sumber-sumber
secara penuh (full employment).
Organisasi Sistem Ekonomi
Sistem
ekonomi dapat digambarkan dalam model yang disederhanakan, yang biasa
disebut arus perputaran (circular flow) sebagai berikut :
Dari arus perputaran ini dapat dilihat adanya empat aspek dari arus uang, ialah :
(1) Arus uang sebagai pengeluaran konsumen (biaya hidup/cost of living);
(2) Arus uang sebagai penerimaan perusahaan (= business receipts)
Kedua arus ini terjadi melalui pasar barang dan jasa konsumtif.
(3) Arus uang sebagai pengeluaran perusahaan (biaya produksi/cost of production).
(4) Arus uang sebau penerimaan pendapatan masyarakat (consumers’ income)
Kedua arus ini terjadi melalui pasar sumber-sumber ekonomi.
Model
di atas menggambarkan suatu sistem perekonomian yang stasioner.
Artinya, arus uang melalui pasar brang dan jasa konsumtif sama dengan
arus uang melalui pasar sumber-sumber ekonomi, yang berarti bahwa dalam
masyarakat tersebut tidak ada tabungan (saving), penanaman modal
(investment), penggantian barang modal (replacement), atau penyusutan
(depretion).
Model tersebut dapat diperluas dan dibuat lebih
kompleks menurut keperluan, umpamanya, untuk menggambarkan perekonomian
yang tumbuh, perekonomian yang mundur, atau untuk menggambarkan peran
pemerintah dalam kehidupan ekonomi.
Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi mikro?
2. Mengapa perlu mempelajari ilmu ekonomi mikro?
3. Bagaimana hubungan antara ilmu ekonomi mikro dan makro?
4.
Mengapa teori yang mahasiswa pelajari dari buku, sebagaimana halnya
dalam ilmu ekonomi mikro, terus mengalami perkembangan?
Jawaban :
Ilmu
ekonomi mikro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku
unit-unit terkecil, seperti konsumen, pekerja, investor, perusahaan dan
unit-unit lain yang menjalankan fungsinya dalam perekonomian.
1.
Ilmu ekonomi mikro penting dipelajari untuk memahami bagaimana dan
mengapa unit-unit terkecil tersebut mengambil keputusan. Sebagai contoh:
bagaimana konsumen memutuskan untuk membeli, bagaimana perubahan harga
dan pendapatan dapat mempengaruhi pilihan-pilihan konsumen, selain itu
juga bagaimana perusahaan memutuskan tentang berapa jumlah pegawai yang
harus dipekerjakan, termasuk tentang bagaimana pekerja memutuskan dimana
mereka akan bekerja dan berapa upah mereka.
2. Ilmu ekonomi
makro mempelajari perekonomian secara agregat seperti laju pertumbuhan
ekonomi, tingkat bunga, pengangguran dan inflasi. Namun dewasa ini batas
antara ilmu ekonomi mikro dan makro makin lama makin tipis karena ilmu
ekonomi makro juga membutuhkan analisis pasar agregat yang perilakunya
dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro.
3. Tidak ada teori,
termasuk juga dalam ilmu ekonomi mikro, yang sempurna sama sekali.
Kegunaan dan validitas suatu teori tergantung pada kemampuannya
menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena. Untuk itulah teori memang
sudah selayaknya terus menerus diuji melalui observasi. Berdasarkan
hasil pengujian tersebut, teori kerap mengalami modifikasi atau
perbaikan atau bahkan dibuang sama sekali. Proses dari menguji dan
memperbaiki teori inilah yang menjadi fokus pengembangan ilmu
PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
1. Kurva Permintaan Individu dan Pasar
2. Kurva Penawaran Individu dan Pasar
3. Penentuan Keseimbangan
Mekanisme Pasar
Kurva
penawaran menjelaskan bagaimana keinginan produsen untuk menjual barang
pada berbagai tingkat harga. Bentuk kurva penawaran miring dari kiri
bawah ke kanan atas menunjukkan bahwa semakin tinggi harga keinginan
perusahaan untuk memproduksi dan menjual barangnya menjadi semakin
meningkat. Bagaimana penjelasannya? Kenaikan harga suatu barang akan
memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi. Dalam jangka pendek
caranya adalah dengan mempekerjakan tenaga tambahan atau dengan
menambah jam kerja, sedang dalam jangka panjang adalah dapat dilakukan
dengan meluaskan skala pabrik. Tingginya harga juga akan menarik
perusahaan perusahaan lain untuk masuk ke pasar sehingga jumlah penjual
bertambah dan barang yang ditawarkan meningkat.
Kurva permintaan
menjelaskan bagaimana keinginan konsumen untuk membeli pada berbagai
tingkat harga. Bentuk kurva permintaan miring ke kanan atas ke kiri
bawah karena konsumen biasanya akan membeli lebih banyak jika harganya
lebih murah. Jika suatu barang harganya turun menjadi lebih murah akan
mendorong konsumen yang sudah membeli untuk membeli lebih banyak lagi
dan konsumen yang semula tidak mampu membeli akan mulai membeli barang
tersebut.
Dalam kondisi keseimbangan, kedua kurva diatas
(permintaan dan penawaran) akan berpotongan pada suatu titik tertentu.
Pada Gambar 1 berikut ini terlihat bahwa pada harga P0, jumlah barang
yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta yakni sebesar Q0.
Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar dimana harga barang
terus berubah sampai tercapai posisi keseimbangan (jumlah barang yang
diminta = jumlah barang yang ditawarkan). Pada titik keseimbangan
tersebut (titik E), tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan dalam
jumlah barang sehingga tidak ada tekanan pada harga untuk berubah lagi.
Pada harga P1 produsen memproduksi lebih dari yang diinginkan
konsumen. Dalam kondisi kelebihan barang, produsen akan berusaha
menurunkan kelebihan tersebut atau paling tidak menjaganya agar tidak
terus bertambah caranya adalah dengan menurunkan harga. Jika harga turun
maka jumlah barang yang diminta akan meningkat, selain itu dengan
turunnya jumlah barang yang ditawarkan pada akhirnya keseimbangan akan
tercapai yakni pada harga P0.
Pada harga lebih rendah dari P0
yakni P2 jumlah barang yang diminta lebih besar dari jumlah barang yang
ditawarkan yang kemudian akan memberi tekanan agar harga naik. Proses
selanjutnya adalah jumlah barang yang diminta pun turun, hingga tercapai
keseimbangan pada P0.
Satu hal yang penting dalam menjelaskan
mekanisme pasar di atas adalah adanya asumsi bahwa pasar berada dalam
kondisi persaingan, baik penjual (produsen) maupun pembeli (konsumen)
tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga.
PERILAKU KONSUMEN
Konsep Utilitas/Daya Guna (Utility)
Kurva
indiferensi (Indifference Curve) adalah kurva menunjukkan preferensi
konsumen yang didasarkan asumsi bahwa konsumen dapat membuat urutan
alternatif-alternatif yang disukainya.
Utilitas adalah tingkat
kepuasan yang diperoleh seorang individu dari mengkonsumsi suatu barang
atau melakukan suatu aktivitas. Dalam analisis ekonomi, utilitas sering
digunakan untuk menggambarkan urutan preferensi sekelompok barang,
contohnya seorang konsumen bernama Anton merasa lebih puas membeli 3
buah buku fiksi ilmiah jika dibandingkan dengan membeli sehelai kemeja,
hal ini berarti buku-buku tersebut memberikan utilitas yang lebih besar
dibandingkan dengan kemeja tadi.
Fungsi utilitas dapat
ditunjukkan dengan sekumpulan kurva indiferensi, yang masing-masing
mempunyai indikator numerik. Pada Gambar 1. berikut ini menunjukkan 3
kurva indiferensi dengan tingkat utilitas sebesar 25, 50 dan 100.
Perlu
diingat bahwa ketika kita menggunakan fungsi utilitas, yang kita
tekankan adalah konsep ordinal bukan kardinal. Dengan demikian yang
perlu kita perhatikan dari gambar di atas, bukan angka numerik seperti
25, 50 dan 100 tetapi bahwa kurva indiferensi dengan utilitas (U) = 100
memberikan kepuasan yang lebih besar dibandingkan dengan utilitas
sebesar 50, demikian juga kurva indiferensi dengan utilitas sebesar 50
memberikan kepuasan yang lebih besar dari utilitas sebesar 25.
PERILAKU PRODUSEN
Fungsi Produksi
Aktivitas
utama perusahaan adalah mengubah input menjadi output, sementara itu di
dalam ekonomi mikro kita akan pelajari bagaimana perusahaan menentukan
pilihannya dalam rangka mengubah input menjadi output. Hubungan antara
input dan output biasa dinyatakan dalam bentuk fungsi produksi yakni :
Q = f (K, L, M, …) (1)
Dimana Q menunjukkan output satu
perusahaan untuk barang tertentu dalam periode waktu tertentu, K
menunjukkan jumlah mesin yang digunakan (atau disebut modal/kapital)
dalam periode tersebut, L menunjukkan banyaknya jumlah tenaga kerja, M
menunjukkan bahan baku yang digunakan, serta variabel-variabel lain yang
mempengaruhi proses produksi.
Secara konkret fungsi produksi di
atas dapat dijelaskan dengan contoh berikut ini. Dimisalkan bahwa
fungsi produksi menunjukkan output yang dihasilkan oleh seorang petani
beras dalam periode waktu satu tahun yang tergantung pada jumlah tenaga
kerja yang digunakan pada periode satu tahun, jumlah peralatan/mesin
yang digunakan pada tahun tersebut, dan luas tanah yang digunakan pada
tahun tersebut. Beberapa keputusan yang dapat dipilih adalah apakah
petani menghasilkan beras 10 ton dengan banyak tenaga kerja tetapi
menggunakan mesin seadanya (teknik padat karya) atau sebagai alternatif
menghasilkan 10 ton beras dengan tenaga kerja terbatas tetapi penggunaan
mesin bersifat dominan (teknik padat modal) atau mengintensifkan
penggunaan tanah yang terbatas dengan menekankan pada besarnya bantuan
mesin dan pupuk untuk menghasilkan jumlah beras yang sama. Ketiga teknik
tersebut (padat karya, padat modal atau padat lahan) digambarkan pada
fungsi produksi pada persamaan (1) di atas. Untuk setiap kemungkinan
pilihan input, fungsi produksi mencari output maksimum yang dapat
dicapai dari input-input yang ada
TEORI BIAYA
Teori Pengambilan Keputusan Perusahaan
Keuntungan
atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya
produksi. Seorang produsen dikatakan memperoleh keuntungan jika hasil
penjualan lebih besar dari biaya produksi, sedangkan kerugian jika hasil
penjualan lebih kecil dari biaya produksi. Perusahaan yang rasional
akan selalu berusaha memaksimumkan keuntungannya dan keuntungan maksimum
dicapai bila perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi
mencapai tingkat yang paling besar.
Bagaimana cara perusahaan menentukan jumlah barang yang diproduksi agar tercapai keuntungan maksimum?
Untuk
memperoleh keuntungan maksimum, perusahaan harus memperhatikan struktur
biaya dan penerimaannya. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh
perusahaan untuk menentukan jumlah output yang dapat memaksimumkan
keuntungan:
1. Pendekatan Total yakni dengan memproduksi barang
hingga tingkat dimana selisih antara hasil penerimaan total (Total
Revenue = TR) dan Biaya Produksi Total (Total Cost = TC) mencapai jumlah
yang paling besar.
2. Pendekatan Marginal yakni dengan
memproduksi barang hingga tingkat dimana hasil penerimaan marjinal
(Marginal Revenue = MR) sama dengan biaya produksi marginal (Marginal
Cost = MC).
Berikut ini adalah penjelasan dan gambar tentang 2
cara yang dapat dilakukan perusahaan ketika menentukan jumlah output
yang akan diproduksi agar keuntungan maksimum tercapai.
1. Pendekatan Total
Penerimaan
Total (TR) merupakan nilai total output barang yang diproduksi dalam
satuan mata uang atau jumlah barang yang diproduksi (Q) dikalikan harga
per unit (P). Sedangkan Biaya Total (TC) adalah seluruh biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi sejumlah barang tertentu yang
mencakup biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC).
Perhatikan
gambar berikut ini, terlihat bahwa kurva TR berbentuk garis lurus dan
kurva TC memotong kurva TR pada titik A dan titik B. Pada tingkat output
lebih kecil dari Q1 posisi kurva TC di atas kurva TR yang berarti TC
> TR, hal ini menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan oleh
perusahaan lebih besar dari penerimaan total atau dengan kata lain
perusahaan masih merugi.
Pada tingkat output antara Q1 dan Q2
terlihat bahwa kurva TR berada di atas kurva TC, berarti biaya total
yang dikeluarkan perusahaan lebih kecil dari penerimaan total. Jika
perusahaan berproduksi pada tingkat output tersebut (antara Q1 dan Q2)
maka perusahaan bisa meraih keuntungan.
Pada tingkat output berapakah perusahaan memperoleh keuntungan maksimum?
Keuntungan
maksimum tercapai pada tingkat output dimana selisih TC dan TR yang
terbesar. Pada gambar terlihat bahwa selisih TC dan TR yang terbesar
terletak pada tingkat output sebesar Q*. Secara grafis, untuk menentukan
titik Q* dapat dilakukan dengan menarik garis bayangan sejajar dengan
kurva TR hingga bersinggungan dengan kurva TC. Pada titik persinggungan
kurva TR dan TC tersebut, tarik garis tegak lurus ke bawah sampai
memotong sumbu datar, di situlah kita menemukan titik keseimbangan Q*.
Bagaimana jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang lebih besar dari Q2?
Apabila
tingkat output sudah melebihi Q2, pada gambar terlihat bahwa kurva TC
berada di atas kurva TR berarti perusahaan merugi karena biaya total
yang dikeluarkan perusahaan lebih besar dari penerimaan totalnya.
BENTUK-BENTUK PASAR DAN PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar Persaingan VS Bukan Persaingan
Pasar
adalah interaksi antara sekumpulan pembeli dan penjual yang
memungkinkan terjadinya pertukaran. Pasar mencakup lebih dari satu
industri, sedang industri sendiri dapat dikatakan sebagai sekumpulan
perusahaan yang menjual produk-produk yang sejenis atau hampir sejenis.
Pasar adalah pusat dari kegiatan ekonomi, yang mana sebagian
besar pertanyaan dan permasalahan ekonomi berkisar pada bagaimana
bekerjanya pasar. Berikut ini adalah contoh, mengapa hanya sebagaian
kecil perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam satu pasar, sedang pada
pasar lainnya ada banyak perusahaan yang bersaing? Apakah konsumen akan
merasa lebih beruntung kalau jumlah perusahaan lebih banyak? Jika
demikian, mengapa pemerintah merasa perlu melakukan intervensi pada
pasar yang terdiri dari sedikit perusahaan? Mengapa harga di suatu
bentuk pasar naik atau turun dengan cepat, sementara di pasar lain tidak
berubah sama sekali. Bentuk pasar seperti apakah yang memberi
kesempatan terbaik untuk dimasuki pengusaha?
Pembicaraan tentang
bentuk pasar akan mencakup pembahasan tentang dua bentuk umum pasar
yakni pasar persaingan (competitive) dan bukan persaingan
(noncompetitive). Pasar persaingan sempurna mempunyai karakteristik
bahwa terdapat banyak pembeli dan penjual, sehingga pembeli ataupun
penjual secara individu tidak mempunyai pengaruh signifikan dalam
nenentukan harga. Sebagai contoh di pasar lokal barang-barang pertanian
seperti beras ada ribuan petani menjual beras dan ribuan pembeli membeli
beras dimana tidak ada seorang penjual atau pembeli beras secara
signifikan dapat mempengaruhi harga beras.
Berbeda dengan pasar
dunia untuk barang tambang misal minyak bumi, jumlah pembeli dan penjual
sedikit sekali, yang memungkinkan baginya untuk memberi pengaruh bagi
penentuan harga.
PASAR MONOPOLI
Pertanyaan
1.
Benarkah seorang monopolis selalu mendapat keuntungan karena dia bisa
menetapkan harga setinggi-tingginya sesuai dengan keinginannya?
2. Apakah ada cara yang dapat dilakukan untuk membatasi perilaku monopoli?
Jawaban
1.
Salah satu asumsi dalam bentuk pasar monopoli adalah perusahaan
mempunyai kemampuan untuk menetapkan harga (price setter) karena
monopolis adalah penjual tunggal di pasarnya,. Namun perlu diingat bahwa
monopolis menghadapi kurva permintaan (kurva D) yang berlereng negatif.
Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna berlaku hukum
permintaan, bahwa jika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan
berkurang dan jika harga turun maka jumlah barang yang diminta bertambah
(ceteris paribus). Hal itu berarti, belum tentu menguntungkan bagi
monopolis bila dia menentukan harga yang tinggi karena dengan tingginya
harga konsumen akan menurunkan jumlah barang yang dimintanya.
2.
Ada, misalnya saja pemerintah menetapkan harga maksimum bagi produk
yang dijual monopolis. Cara ini dilakukan agar monopolis menetapkan
harganya seperti perusahaan dalam persaingan sempurna. Cara lain adalah
dengan pembebanan pajak bagi monopolis, baik itu dalam bentuk pajak per
unit barang maupun pajak lumpsum
PASAR OLIGOPOLI DAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Perilaku Oligopolis Dan Dampaknya Bagi Konsumen
Pertanyaan
1.
Dalam bentuk pasar Oligopoli selalu diasumsikan bahwa ada hambatan bagi
pelaku lain untuk memasuki pasar. Kira-kira apa bentuk hambatan
tersebut?
2. Apakah oligopolis selalu merugikan konsumen?
3. Apakah ada dampak yang menguntungkan konsumen dengan hadirnya pelaku oligopoli?
Jawaban
1.
Salah satu asumsi yang mendasari bentuk pasar oligopoli adalah adanya
hambatan bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar. Hambatan tersebut
bisa berbentuk hambatan alami maupun hambatan buatan. Hambatan alami
terjadi karena kecilnya ukuran pasar selain itu perusahaan yang ada di
pasar beroperasi secara efisien, jumlah barang modal dan penggunaan
input lainnya juga relatif besar sehingga menaham pelaku lain untuk
masuk ke dalam pasar. Sedangkan hambatan buatan tercipta karena pelaku
dipasar oligopoli menguasai bahan baku, mempunyai hak paten atau
memperoleh hak monopoli dari pemerintah.
2. Dalam jangka
panjang, harga yang ditawarkan oleh oligopolis biasanya lebih besar dari
biaya rata-ratanya, oligopolis juga tidak berproduksi pada titik
terendah kurva biaya rata-ratanya, apabila harga lebih besar dari biaya
marjinal jangka panjangnya maka akan terjadi inefisiensi dalam alokasi
sumberdaya, kondisi inilah yang merugikan konsumen.
3. Dengan
pertimbangan teknologi yang digunakan relatif tinggi, produk-produk
tertentu tidak dapat diproduksi dalam pasar yang bersaing sempurna.
Oligopolis biasanya menggunakan sebagian dari kentungan mereka untuk
Penelitian dan Pengembangan sehingga memberi dampak positif bagi
kemajuan teknologi